PT Daya Prima Lestari (DPL) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian menggelar Program Pelatihan Security dengan semboyan “Siap Cetak Garda Andal dan Profesional”. Program ini berlangsung pada 15–19 September 2025 dan ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang belum memiliki pekerjaan.
Kerja sama ini hadir sebagai upaya memberikan kesempatan bagi kalangan tidak mampu untuk mendapatkan keterampilan dan sertifikasi sebagai tenaga satuan pengamanan (Satpam). Dengan demikian, peserta diharapkan dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan dan memiliki daya saing di dunia kerja. Seluruh pelatihan diberikan secara gratis, tanpa memungut biaya dari peserta.
Direktur Utama DPL Soekamto Limopranto Fillipus Andreas mengatakan bahwa program ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin agar mampu menyerap tenaga kerja berkualitas dari kalangan masyarakat kurang mampu. “Kami ingin melahirkan tenaga security yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik,” ujarnya.
Menurut penyelenggara, sasaran program ini adalah pemuda berusia 18 hingga 30 tahun dengan tinggi badan minimal 170 cm dan berat badan proporsional. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pada tahap awal, sebanyak 35 orang telah terpilih untuk mengikuti pelatihan. Target utama dari kegiatan ini adalah melahirkan anggota satuan pengamanan yang profesional, berintegritas, dan siap ditempatkan di berbagai proyek DPL.
Materi pelatihan mengacu pada kurikulum Gada Pratama, sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkap) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Pengamanan Swakarsa, Perkap Nomor 18 Tahun 2006 tentang Pelatihan dan Kurikulum Satpam, serta Keputusan Kapolri Nomor 54 Tahun 2023 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Satpam Gada Pratama. Dengan kurikulum tersebut, para peserta akan mendapatkan keterampilan teknis pengamanan sesuai standar kepolisian.
Mekanisme pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs Institut Kemandirian, www.institutkemandirian.org. Seleksi mencakup kualifikasi fisik, wawancara, serta tahap pembekalan keagamaan selama empat hari yang meliputi sholat, tadarus, dan ceramah. Hasil seleksi akhir diserahkan kepada DPL untuk kemudian ditetapkan sebagai peserta pelatihan resmi.
Pendanaan program ini sepenuhnya didukung oleh Institut Kemandirian yang merupakan bagian dari Dompet Dhuafa. Selain memberikan keterampilan teknis, penyelenggara juga menekankan pembentukan mental dan karakter peserta melalui nilai-nilai keagamaan.
Dalam jangka panjang, DPL dan Dompet Dhuafa berencana melanjutkan serta memperluas program ini. Inovasi juga akan ditambahkan dengan peningkatan kualitas materi yang lebih aplikatif sesuai dengan kebutuhan di lapangan, melampaui kurikulum dasar yang telah ditetapkan Polri. Harapannya adalah masyarakat kurang mampu memiliki peluang nyata untuk meningkatkan taraf hidup melalui pekerjaan yang layak di bidang keamanan.